Pelaku penyulingan minyak jeruk purut mulai dikembangkan di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tulungagung yang kapasitas produksinya mencapai 3 ton/hari hal ini tentu sangat menjadi sumbangsih penghasilan daerah serta pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, dengan jumlah alat suling mencapai 6 alat distilasi uap. Salah satu masalah yang dihadapi kelompok petani penyuling minyak jeruk purut di wilayah Tulungagung adalah terdapat pada pra dan pasca penyulingan minyak.

Oleh karena itu Prof. Dr. Drs. Warsito, MS. (Guru Besar Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya) melalui Program Doktor Mengabdi (DM) Tahun 2019 yang dibiayai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) memberikan suatu solusi inovatif untuk memecahkan permasalahan tersebut yaitu mesin pencacah ranting jeruk purut yang dapat meningkatkan efisiensi penyulingan dan dapat diukur dari meningkatnya rendemen, proses ini dapat dilakukan di bulan kedua pengabdian berjalan dengan beberapa kali uji coba. Ketel penyulingan yang telah termodifikasi yang dapat mempersingkat waktu proses pembuangan limbah dari alat penyulingan, luaran ini dapat dilakukan di bulan keempat pengabdian berjalan. Separator minyak atsiri yang dapat memisahkan distilat minyak dengan meminimalisir kandungan air yang dapat diukur dengan pengujian kualitas di Laboratorium Pengujian Institut Atsiri. Luaran ini dapat dilakukan selama masa uji coba proses penyulingan dari bulan ketiga pengabdian berjalan.

Untuk memberikan solusi atas masalah tersebut diperlukan peran serta akademisi dan praktisi dari kalangan kampus, sehingga terjadi proses berkesinambungan antara hasil penelitian yang telah dihasilkan serta aplikasi secara langsung di masyarakat. Dalam hal ini proses penyulingan minyak jeruk purut baik pra, proses, dan pasca penyulingan menjadi kunci utama dalam menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas standar, khususnya meningkatkan rendemen produk yang dihasilkan dan kemurniannya serta dapat diterima di pasar Nasional maupun Internasional dengan harga yang relatif stabil. Tim DM ini beranggotakan Luthfi Kurnia Dewi, S.T., M.T. (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya), dan Drs. Suratmo, MSc. (Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya).

Pelaksanaan DM ini dimulai dari Bulan Juni 2019 hingga November 2019.

Mesin Pencacah Ranting Jeruk Purut
Ketel penyulingan modifikasi semi-otomatis
Separator Minyak Atsiri
Ketua Pelaksana kegiatan DM (dua dari kanan) dan Mitra DM (paling kiri) melakukan pengabdian bersama mahasiswa pelaksana Kuliah Kerja Nyata.
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi oleh Ketua LPPM UB (tengah)